Vicon peluncuran Jardiknas

Pada Rabu (14 Maret 2007) di Ruang Seminar Prodi PWK Lab Tek IX-A, peserta Program Magister Pengembangan Wilayah dan Kebijakan Pendidikan Prodi PWK-SAPPK beserta pimpinan ITB (Wakil Rektor Senior Bid Akademik, Wakil Rektor Bid Komunikasi, dan beberapa Dekan Fak/Sekolah, Ka/Sekprodi, dan undangan) mengikuti peluncuran Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) oleh Presiden SBY dari Bali melalui Video Conference. Pada saat ini Jardiknas merupakan sarana pendidikan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terbesar di Indonesia, dan menghubungkan Depdiknas dengan 84 perguruan tinggi (termasuk ITB), 3000 sekolah, 33 dinas pendidikan provinsi, 441 dinas pendidikan kabupaten dan kota. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan dialog dengan Mendikbud serta dialog antar perguruan tinggi penyelenggara Program Magister Perencanaan bekerjasama dengan Depdiknas.

Presiden SBY Luncurkan Jardiknas PDF Print E-mail
Ditulis Oleh: Ephi   

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari ini meluncurkan Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas). Peluncuran sarana pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini menjadikan Jardiknas sebagai jejaring TIK terbesar di Indonesia.

 SBY mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbanyak ke
empat di dunia dengan 247 juta jiwa memiliki keragaman etnik,
geologi, geografi dan bahasa daerah tersebar di 17.000 pulau. “Jardiknas mengintegrasikan information and communication
technology (ICT) pada sistem pendidikan yang memungkinkan terjadinya pertukaran pandangan, wawasan maupun pengalaman dalam bidang pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya usai membuka pertemuan menteri-menteri se-Asia Tenggara ke-42 atau Southeast Asian Minister of Education Organization (SEAMEO) di Hotel Westin, Nusa Dua, Denpasar, Bali.

Jardiknas atau Indonesian Education Network adalah program pendidikan berbasis internet dan intranet yang enghubungkan Depdiknas dengan dinas pendidikan, sekolah-sekolah dan universitas. Saat ini terhubung sebanyak 33 dinas pendidikan provinsi, 441 dinas pendidikan kabupaten/kota, 3000 sekolah dan 84 perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan pengelolaan pendidikan berbasis ICT ini betul-betul serius. “Nantinya semua sekolah dan perguruan tinggi akan tersambung online,” katanya.

Bambang menjelaskan program Jardiknas sejalan dengan pilar kebijakan Depdiknas yaitu tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik di bidang pendidikan. “Program ini dapat meningkatkan kualitas, relevansi dan kompetisi di bidang pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan setelah infrastruktur sudah mulai terbangun, tantangan ke depan adalah bagaimana mengisi dan mengembangkan konten supaya e-government di bidang pendidikan betul-betul dapat berjalan. “Mengisi konten dari jejaring ini jauh lebih berat, merupakan tantangan yang lebih sulit daripada sekedar membangun infrastruktur,” katanya pada dialog jarak jauh melalui fasilitas Jardiknas dengan peserta dari 30 daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (Kabiro PKLN) Depdiknas Gatot Hari Priowirjanto menyampaikan Jardiknas bermanfaat untuk membangun infrastruktur dan konektivitas informasi dan teknologi skala nasional. “Jardiknas juga mendukung proses belajar mengajar berbasis ICT, pembelajaran jarak jauh, maupun transfer knowledge,” tambah Gatot.

Bambang berharap melalui penerapan sistem Jardiknas untuk bidang pendidikan akan mempermudah pelayanan dan mempercepat penanganan masalah pendidikan antar daerah di seluruh Indonesia.

(Sumber : PIH Depdiknas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s